Ditengah kemacetan jalan Bandung-Sumedang Jatinangor, jalan menuju kampus Unpad, jalanan padat merayap. Maklumlah, setiap minggu pagi pasar kaget digelar dikawasan kampus Unpad Jatinangor, yang merupakan hiburan murah bagi masyarakat sekitar.

Ditengah merayapnya kendaraan roda empat, sebuah motor bebek dengan lincahnya membelah kemacetan, diantara jalur kiri dan jalur kanan pengemudi semakin leluasa memacu motornya. Namun naas, ketika ia berada tepat disamping sebuah bus antar kota dari arah berlawanan, stang kemudi motor yang dikendarainya menyenggol badan bis, motor oleng dan berputar 180 derajat karena pengemudi mencoba menghentikan laju motor namun terlambat, sang jagoan jalanan itu pun terjatuh. Dan peristiwa buruk pun terjadi, posisi kepala sang jagoan tepat berada di bagian ban belakang bus dan ia pun terlindas…

Banyak cerita kecelakaan yang sampai ke telinga saya berawal dari “tersenggolnya” stang kemudi sepeda motor. Sangat vital dan sensitif sekali kemudi bagi pengemudi kendaraan roda dua.

Kaca Spion

Fungsi dasar dari penggunaan Spion adalah untuk melihat kondisi dan laju kendaraan lain dibagian belakang. Dengan menggunakan Spion, Anda memiliki 4 Mata, 2 mata untuk melihat kedepan, 2 mata untuk melihat ke arah belakang. Bila Anda hendak mendahului kendaraan dibagian depan, atau berpindah jalur, dengan cepat Anda dapat mengetahui keadaan dibelakang dan di bagian depan Anda.

Bila tidak menggunakan spion, Anda harus menoleh ke kiri atau ke kanan lebih dari 90 derajat. Menoleh lebih dari 90 derajat dapat menyebabkan ketidakseimbangan, bila Anda menoleh ke sebelah kanan, motor yang anda kendarai akan oleng ke sebelah kiri, dan begitu sebaliknya. Bayangkan bila di sebelah Anda ada kendaraan lain, mungkin hal buruk akan menimpa Anda.

Lalu apa hubungannya peristiwa yang saya ceritakan diatas dengan penggunaan kaca spion? Spion Standard, bawaan pabrik di desain agar ia lebih lebar dari stang kemudi dan jangkauan pandangannya akan lebih lebar badan Anda. Secara naluriah (karena spion lebih lebar dari stang kemudi) Anda akan menganggap spion adalah bagian terluar dari kendaraan yang Anda tunggangi. Anda tentu akan menghindar dan mempertahankan jarak dari kendaraan lain bertumpu pada jarak terluar kaca spion kiri dan kanan.

Dalam kondisi ini kedua kaca spion adalah “pertahanan” pertama Anda. Spion akan menjadi tameng kemudi motor Anda. Bila spion tersenggol, ia tidak akan berpengaruh banyak terhadap kemudi, anda memiliki kesempatan kedua untuk segera menghindar atau mengerem sebelum kemudi yang tersenggol. Beberapa centimeter atau bahkan milimeter yang menentukan keselamatan Anda di jalan raya.

Tidak hanya itu, spion juga melindungi lutut atau kaki orang yang Anda bonceng dibelakang Anda bila mengemudi ditengah kemacetan. Tidak percaya?

Ayo Pasang Spion Standard !!!