Daily, Scooter

Fungsi Lain Kaca Spion

June 5, 2008

Ditengah kemacetan jalan Bandung-Sumedang Jatinangor, jalan menuju kampus Unpad, jalanan padat merayap. Maklumlah, setiap minggu pagi pasar kaget digelar dikawasan kampus Unpad Jatinangor, yang merupakan hiburan murah bagi masyarakat sekitar.

Ditengah merayapnya kendaraan roda empat, sebuah motor bebek dengan lincahnya membelah kemacetan, diantara jalur kiri dan jalur kanan pengemudi semakin leluasa memacu motornya. Namun naas, ketika ia berada tepat disamping sebuah bus antar kota dari arah berlawanan, stang kemudi motor yang dikendarainya menyenggol badan bis, motor oleng dan berputar 180 derajat karena pengemudi mencoba menghentikan laju motor namun terlambat, sang jagoan jalanan itu pun terjatuh. Dan peristiwa buruk pun terjadi, posisi kepala sang jagoan tepat berada di bagian ban belakang bus dan ia pun terlindas…

Banyak cerita kecelakaan yang sampai ke telinga saya berawal dari “tersenggolnya” stang kemudi sepeda motor. Sangat vital dan sensitif sekali kemudi bagi pengemudi kendaraan roda dua.

Kaca Spion

Fungsi dasar dari penggunaan Spion adalah untuk melihat kondisi dan laju kendaraan lain dibagian belakang. Dengan menggunakan Spion, Anda memiliki 4 Mata, 2 mata untuk melihat kedepan, 2 mata untuk melihat ke arah belakang. Bila Anda hendak mendahului kendaraan dibagian depan, atau berpindah jalur, dengan cepat Anda dapat mengetahui keadaan dibelakang dan di bagian depan Anda.

Bila tidak menggunakan spion, Anda harus menoleh ke kiri atau ke kanan lebih dari 90 derajat. Menoleh lebih dari 90 derajat dapat menyebabkan ketidakseimbangan, bila Anda menoleh ke sebelah kanan, motor yang anda kendarai akan oleng ke sebelah kiri, dan begitu sebaliknya. Bayangkan bila di sebelah Anda ada kendaraan lain, mungkin hal buruk akan menimpa Anda.

Lalu apa hubungannya peristiwa yang saya ceritakan diatas dengan penggunaan kaca spion? Spion Standard, bawaan pabrik di desain agar ia lebih lebar dari stang kemudi dan jangkauan pandangannya akan lebih lebar badan Anda. Secara naluriah (karena spion lebih lebar dari stang kemudi) Anda akan menganggap spion adalah bagian terluar dari kendaraan yang Anda tunggangi. Anda tentu akan menghindar dan mempertahankan jarak dari kendaraan lain bertumpu pada jarak terluar kaca spion kiri dan kanan.

Dalam kondisi ini kedua kaca spion adalah “pertahanan” pertama Anda. Spion akan menjadi tameng kemudi motor Anda. Bila spion tersenggol, ia tidak akan berpengaruh banyak terhadap kemudi, anda memiliki kesempatan kedua untuk segera menghindar atau mengerem sebelum kemudi yang tersenggol. Beberapa centimeter atau bahkan milimeter yang menentukan keselamatan Anda di jalan raya.

Tidak hanya itu, spion juga melindungi lutut atau kaki orang yang Anda bonceng dibelakang Anda bila mengemudi ditengah kemacetan. Tidak percaya?

Ayo Pasang Spion Standard !!!

You Might Also Like

13 Comments

  • Reply Deny Sri Supriyono June 6, 2008 at 8:44

    gue termasuk orang yang paling seneng pake spion.
    soalnya pengen diri sendiri aman dan tidak membahayakan orang lain.

  • Reply PupungBP June 6, 2008 at 9:45

    @Deny: He..he..he.. Rider juga nih Deny

  • Reply Setiadi June 6, 2008 at 9:58

    kalo spion kymco selama ini yg paling enak dipake sih yg punya easy JR…itu paling pas…..trus kalo model eksklusif kayaknya punyaan metica/trendXTR/SR….kalo mau model yg lucu sih…punyaan free EX yg pertama kali bunder……sayang kurang maksimal….

  • Reply Ono Karsono June 6, 2008 at 10:41

    thx atas artikelnya yang bermanfaat.

  • Reply yudi June 6, 2008 at 10:48

    Tks informasinya bro, untung spion dink lebar jg ya, jd gpp buat tameng. daripada stang or lutut yang kena mending spion, tapi spion lebar juga berfungsi untuk kendaraan dari arah berlawanan menjaga jarak agar tidak tersentuh oleh spion kita.

    salam

    yudi a
    dink silver

  • Reply cari uang June 6, 2008 at 19:49

    wah… infonya berguna banget nih… :)

  • Reply yosep June 7, 2008 at 6:19

    Selama ini saya doyannya pakai spion standar. Merk apapun motornya, spion standar pasti tidak pernah diganti.
    Cuma yang sering bikin sebel kalau spionnya itu suka ‘dipelintir’ di parkiran, jadinya sering suka dol. Padahal, parkirnya sudah dibuat cukup/agak jarang supaya orang bisa lewat di celah antar motor. Tapi rupanya, orang lebih suka mepet-mepetan :D

  • Reply Ide Bisnis June 8, 2008 at 22:35

    “saya merasa jagoan tanpa spion”
    “spion standar jiga nu ngadoa”
    “spion mah buat pemula”

    .
    .
    .
    .
    tetep aja harus pake spion atuh!!!

  • Reply P.P. Ramadhan June 9, 2008 at 21:39

    Anehnya, polisi juga banyak yang gak pake spion ato paling gak cuma pake 1 spion.hihi…

    Btw, salam kenal ya. Blogger Unpad baru ni

  • Reply Rudi June 12, 2008 at 19:02

    Makanya suka takjub kalo liat orang2 pada berani bersepda motor tanpa spion..
    Entah punya mata di belakang kepala atau ngak sayang nyawa…hahahaha

  • Reply Insan June 13, 2008 at 17:45

    setuju 100% sama tulisan pupung… tanpa koma.

  • Reply dani July 13, 2008 at 12:32

    spion sebelah kanan saya patah pas jatuh dl..sisa bautnya (pangkalnya) blm bs dicopot..tp dah punya gantinya yg standard..bengkel mana ya yg bs nyabut..mesti ke tukang bubut ktnya.. :(

  • Reply ???? Tips Mudik (Perjalanan Jauh) dengan Motor Matic Bag. 1 | Pupung Budi Purnama ???? August 26, 2008 at 6:36

    […] Jangan anggap enteng aksesoris keselamatan seperti Spion, Lampu Instrumen (lampu besar, sein, rem) harus berfungsi dengan […]

  • Leave a Reply