Jatinangor Kekeringan

Sumur yang ada di tempat kost saya biasanya tak pernah kekeringan bila menghadapi musim kemarau. Tapi dua tahun terakhir, banyak berdiri kostan baru dengan daya tampung puluhan kamar di sekitar tempat kost saya, sedangkan tempat kost saya hanya memiliki 3 kamar namun memiliki halaman yang cukup luas.

Dua tahun terakhir kekeringan turut melanda sumur kost saya, tahun ini makin parah. Kalau tahun lalu, hanya siang hari sumur kosong, sedangkan pada pagi dan malam hari sumur masih bisa menampung air. Kini, siang, malam, maupun pagi hari, sumur kami benar-benar kosong.

Mungkin sumur kami kalah oleh kost-kostan yang berada di dekat kami yang memiliki 2-3 lantai kamar kost yang mampu membenamkan pipa hingga puluhan meter kedalam bumi, dan menyedotnya dengan mesin berkekuatan ribuan Watt.

Persediaan air dalam tanah makin hari makin menipis, sedangkan kesadaran kita mengenai daerah resapan air sangat minim. Sebagian lereng Gunung Manglayang yang dulu hutan, kini mulai ditebangi dan dijadikan perumahan - perumahan yang menawarkan “city view”. Bila musim hujan mendera, air-air yang mengalir di sungai dan selokan berwarna keruh kecoklatan, tanah ikut terkikis karena tidak ada pohon yang menyerap air dan menahan tanah.

"Apa yang kau tebar itu yang kau tuai". Kelak, kita sendiri yang akan mengalami bencana dari yang telah kita perbuat, atau mungkin anak cucu kita, karena kita yang tidak peduli tentang bumi yang tinggali. Hanya orang bodoh, egois dan serakah yang tidak mau peduli dengan “rumah bumi” yang mereka tinggali.

Dan yang terparah, Indonesia banyak sekali orang-orang bodoh yang mau menukar alamnya demi kemewahan dan kebanggan semata. Percayalah, ketika bencana itu datang, uang, emas, atau kendaraan mewah tak dapat menyelamatkan kita, bencana itu akan datang pada saat tak diduga.

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Qur’an Surat: Ar-Ruum ayat 41

star divider

6 Responses to “Jatinangor Kekeringan”

  1. Edwin Maolana

    Pung… saya turut prihatin dengan sumurnya kayaknya kita perlu TAKE ACTION! dengan berkampanye seperti stopglobalwarming.org

  2. Yogi

    Kynya perlu bikin aksi StopPengeringanSumur nich hehehe

  3. Iman

    masih adakah masa depan untuk bangsaku? :-(

  4. Rizky

    Ada apeh? Heheh…

    Mentang-mentang udah mo kawin jadi puitis nih bang Pupung.

  5. PupungBP

    @Rizky: bawaan kali ya ?

  6. fatia

    jatinangor…
    saatnya kita pergi ke manglayang, untuk melakukan penghijauan
    hehehe
    apakan ini karna jatos???

Leave a Reply