Selamat Jalan, Bapak Pembangunan

suharto1.jpg

Inalilahi Wainaillaihi Rojiun…

Saya bukanlah orang dekat, atau bahkan mengenal beliau, saya hanya satu diantara sekian banyak orang yang merasa tentram dan damai di saat beliau berkuasa. Indonesia mengalami masa keemasan sewaktu kepemimpinan beliau. Kebutuhan pokok terpenuhi, hampir kebutuhan pangan nasional bisa di hasilkan dari dalam negeri tanpa harus meng-impor. Harga-harga terjangkau dan suasana yang kondusif. Saya merindukan suasana itu kembali.

Kami butuh pemimpin seperti Anda, dibalik segala kelebihan dan kekurangan, kami butuh pemimpin yang memperhatikan nasib para petani dan nelayan, karena ditangan petani dan nelayan lah, Indonesia bisa bertahan.

Semoga, suatu saat Indonesia akan kembali berjaya…

Selamat Jalan Bapak Pembangunan…

star divider

5 Responses to “Selamat Jalan, Bapak Pembangunan”

  1. Insan

    Kebutuhan pokok terpenuhi, hampir kebutuhan pangan nasional bisa di hasilkan dari dalam negeri tanpa harus meng-impor.

    sepertinya, ga gitu deh. klo ga salah, kedelai itu dari dulu ngimpor.

    btw, klo inget-inget jaman dulu, kayaknya jaman HMS juga udah inflasi (rupiah). cuma emang ga gitu kerasa. tapi yang pasti - perlahan-lahan - naik. harga bensin juga naek.

    skrg tuh keliatan mahal, karena dollar yg ngelompat waktu krisis-moneter 1998. tapi skrg-skrg kan cenderung stabil lagi.

    my point: i don’t want to go back. i don’t want to be ruled again by a dictator (penjual diktat).. hahaha

  2. dani

    Betul dulu makmur, tapi itu semu, krn kita dulu makmur dgn utang luar negeri. Kini saatnya membayar utang itu, makanya kini udah susah.

  3. kurt

    dani bener, pupung salah…

  4. PupungBP

    @insan, dani: He..he..he.. silakan dibaca lagi artikelnya, diatas tidak disebut harga naik, tapi terjangkau :D, kesejahteraan petani meningkat (walau banyak kolusi terlihat didalamnya) lihat sekarang, para petani makin miskin karena kurang perhatian, lahan mereka terabaikan…

  5. reiny

    Aku sih setuju ma pupung, biar bagaimanapun dulu kita ga merasa “susah” seperti sekarang. Kita banyak lahan pertanian, punya pengeboran minyak, tp koq knp harus impor beras, harga minyak naik !!!

    please, think about that ..

Leave a Reply