Sejak saya masih kecil, bila saya mengalami demam, Ibu selalu memberikan saya sekaleng susu Beruang (Bear Brand) menjelang tidur. Keesokan harinya, badan saya terasa jauh lebih baik. Entah apa yang terkandung dalam susu Beruang ini, yang jelas khasiatnya berbeda dengan susu steril sejenis.

Susu Steril?

Susu Beruang bukan “susu-nya dari beruang” :D, tapi susu sapi hanya saja merknya Beruang. Kalau tidak salah, dulu logo maskot beruangnya sedang memeluk anak beruang, tapi sekarang sedang memegang gelas. Menurut informasi dalam kaleng, susu Beruang ini adalah susu yang melalui pengolahan sterilisasi. Apa itu sterilisasi? Sterilisasi yaitu dengan memanaskan susu diatas titik didih selama beberapa detik. Baca lebih lanjut tentang sterilisasi.

Ketika saya kuliah, saya pernah melakukan percobaan pengolahan susu sapi secara sterilisasi. Menurut dosen saya waktu itu, pada susu sterilisasi, bakteri merugikan akan mati, demikian pula dengan bakteri menguntungkan dan sebagian vitamin akan mati dan rusak, karena minimnya bakteri, makan susu sterilisasi dapat lebih tahan lama jika dengan penanganan yang tepat.

Berbeda dengan Pasteurisasi, susu hanya dipanaskan dibawah titik didih, kemudian didinginkan. Susu jenis ini hanya bertahan 1-2 hari saja.

Pengalaman Saya

Bila badan mulai tak enak, lemas, agak pusing, dan meriang. Menjelang tidur saya langsung meminum susu Beruang. Beberapa menit kemudian, badan akan mengeluarkan keringat yang cukup banyak. Hal ini hanya terjadi bila badan kita sedang kurang enak / sakit. Bila badan sehat dan kita meminum susu Beruang, akan terasa biasa saja, tidak ada keringat yang keluar. Saya pun penasaran sebetulnya, apakah ada kandungan lain dari susu Beruang ini? Selain susu sapi murni tentunya.

Susu Beruang sudah banyak membantu saya untuk memulihkan kondisi tubuh pasca sakit, atau kurang enak badan, tak heran, susu Beruang selalu ada di lemari es saya, berjaga-jaga jikalau satu saat membutuhkan.